Saturday, 12 May 2018

Cara mengolah limbah B3

Cara pengolahan limbah B3 bisa dilakukan kimia, biologi dan fisik , dan berikut ini keterangannya


MENGOLAH LIMBAH B3 DENGAN CARA KIMIA


Stabilisasi 


Stabilisasi adalah suatu proses yang dilakukan dengan cara penambahan suatu zat  ke dalam limbah, penambahan zat kimia ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan kecepatan  perpindahan ( migrasi )  limbah untuk mengurangi toxic ( racun ) dari limbah itu sendiri .

Solidifikasi 

Solidifikasi adalah suatu proses dengan menggunakan zat aditif berdasarkan sifat fisik alami dari limbah itu sendiri (seperti yang telah ditentukan sebagai kriteria teknis dari kekuatan limbah, tekanan limbah, dan permeabilitas)

Tujuan dari cara stabilisasi dan Solidifikasi ini adalah untuk mereduksi  racun dan mobilitas perpindahan limbah.
Peranan zat aditif dalam proses stabilisasi :


  1. Memperbaiki metode penanganan dan karakteristik fisik limbah beracun . 
  2. Mengurangi  area permukaan yang dilalui dimana dapat  mengurangi kontaminasi yang terjadi. 
  3. Membatasi / mengurangi kelarutan dari berbagai polutan yang ada di limbah yang berbahaya . 
  4. Mengurangi toksisitas ( racun ) dari kontaminan


Contoh bahan yang bisa digunakan untuk proses stabilisasi dan solidifikasi : Semen, kapur dan bahan - bahan termoplastik.


MENGOLAH LIMBAH  B3 DENGAN CARA DIBAKAR ( INSINERASI )


Pengolahan limbah B3 dengan cara pembakaran ( insinerasi )

Metode pemusnahan limbah ini terutama untuk barang-barang solid ( bukan cairan ) limbah B3 di bakar di dalam sebuah mesin yang disebut mesin incinerator , dalam pelaksanaan pembakaran limbah B3 ini pemerintah mengatur dengan aturan yang sangat ketat , tujuannya untuk memastikan bahwa tidak akan menimbulkan dampak /efek bagi lingkungan , entah itu berupa emisi gas buang maupun abu / debu .


MENGOLAH LIMBAH B3 DENGAN CARA BIOLOGI


Bioremediasi 

Bioremediasi adalah suatu proses pengolahan limbah dengan cara menambahkan bakteri dan mikroorganisme lain untuk mendegradasi (  mengurai  ).  Disaat proses degradasi berlangsung, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme ini memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan ( racun )  tersebut, proses seperti ini dikenal dengan peristiwa  biotransformasi ( mengubah dengan bantuan mikroorganisme ) . Dalam banyak kasus proses biotransformasi ini berujung pada biodegradasi . Polutan yang tadinya beracun akan berubah menjadi tidak beracun.

Vitoremediasi 

Dan cara yang kedua adalah metode vitoremediasi adalah dengan cara penggunaan tumbuhan untuk mengabsorbsi ( menyerap ) racun dan mengakumulasi bahan-bahan beracun yang ada di tanah.

Kedua proses ini ( bioremediasi dan vitoremediasi )  sangat bermanfaat dalam mengatasi pencemaran oleh limbah B3 dan biaya yang diperlukan untuk mengolah limabah B3 lebih murah dibandingkan dengan metode kimia atau membakar . Namun dibalik kelebihan , tentu ada kekurangannya , dan kekurangannya dari kedua proses tersebut adalah membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mengolah limbah B3.



No comments:

Post a Comment