Friday, 24 November 2017

Skema incinerator

Skema incinerator

yang akan kita bahas dalam artikel kali ini adalah Skema incinerator, dalam artikel ini bukan hanya skema incineratornya saja, akan tetapi pengolahan lebih lanjut dari sebuah incinerator. ( Baca juga : Keuntungan dan kerugian menggunakan mesin incenerator )

  1. Truk - truk pengangkut sampah akan menuangkan sampah kedalam Waste pit 
  2. Dengan menggunakan crane yang ada diatas waste pit , sampah - sampah itu kemudian di masukkan ke dalam tungku melalui pintu hoper . 
  3. Sampah - sampah akan masuk dan di bakar di dalam tungku . 
  4. Di bagian atas tungku di beri boiler , dimana di dalamnya ada air . Ketika air mendidih maka akan timbul uap , dan uap itu yang akan menggerakkan turbin generator , akibat perputaran turbin generator itulah akan menghasilkan listrik . 
  5. Pembakaran sampah di dalam tungku mengakibatkan asap , asap ini masih mengandung gas berbahaya yang bisa merusak lapisan ozone .  Untuk mengatasinya asap tadi di bersihkan dengan cara menambah komponen yang sering dikenal dengan sebutan wet scrubber , yakni air yang di percikkan / dikabutkan , cara kerjanya sama dengan proses menghilangkan kabut asap di Kalimantan dengan air hujan .  Bukankan kabut asap di Indonesia segera menghlang ketika musim penghujan datang . 
  6. Hasil percikan air yang tadi mencuci asap masih mengandung zat berbahaya, artinya air tadi tidak boleh dibuang langsung ke alam dan menyatu dengan air tanah , perlu pengolahan lebih lanjut , atau dikenal dengan IPAL
  7. Sedangkan abu yang dihasilkan dari pembakaran sampah , dimasukkan ke dalam ASH PIT 



No comments:

Post a Comment